Mendiagnosis Gagal Ginjal
Diagnosis dari gagal ginjal dikonfirmasikan dengan tes-tes darah yang mengukur penumpukan dari produk-produk sisa didalam darah. BUN dan creatinine menjadi terangkat, dan angka penyaringan glomerular berkurang. Ini adalah angka yang dengannya darah disaring melalui ginjal-ginjal dan dapat dihitung berdasarkan pada tingkat creatinine, umur, ras, dan jenis kelamin.Tes-tes urin mungkin dilakukan untuk mengukur jumlah protein, mendeteksi kehadiran dari sel-sel abnormal, atau mengukur konsentrasi dari elektrolit-elektrolit. Protein dalam urin adalah tidak normal dan dapat menjadi suatu petunjuk bahwa kerusakan pada ginjal-ginjal telah terjadi. Pengumpulan-pengumpulan abnormal dari sel-sel darah merah dan putih yang disebut casts dapat terlihat didalam urin dengan penyakit ginjal. Membandingkan konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit dalam darah dan urin dapat membantu memutuskan apakah ginjal-ginjal mampu untuk memonitor dan menyaring darah secara tepat.
Tes-tes lain digunakan untuk mendiagnosis tipe dari gagal ginjal. USG perut dapat mengakses ukuran dari ginjal-ginjal dan mungkin mengidentifikasi apakah halangan apa saja hadir. Biopsi ginjal menggunakan suatu jarum yang tipis yang ditempatkan melalui kulit kedalam ginjal untuk memperoleh sedikit jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop.
Merawat Gagal Ginjal
Pencegahan adalah selalu tujuan dengan gagal ginjal. Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes adalah membinasakan karena kerusakan yang dapat mereka lakukan pada ginjal-ginjal dan organ-organ lain. Kerajinan sepanjang umur adalah penting dalam mempertahankan gula darah dan tekanan darah didalam batas-batas normal. Perawatan-perawatan spesifik adalah tergantung pada penyakit-penyakit yang mendasarinya.Sekali gagal ginjal hadir, tujuan adalah mencegah memburuknya fungsi renal lebih lanjut. Jika tidak dipedulikan, ginjal-ginjal akan berlanjut ke kegagalan total, namun jika penyakit-penyakit yang mendasarinya ditanggapi dan dirawat secara agresif, fungsi ginjal dapat dipertahankan, walaupun tidak selalu membaik.
Hemodialysis
Hemodialysis menggunakan suatu mesin penyaring yang disebut suatu dialyzer atau ginjal tiruan untuk mengeluarkan kelebihan air dan garam, untuk menyeimbangkan elektrolit-elektrolit lain dalam tubuh, dan untuk mengeluarkan produk-produk sisa dari metabolisme. Darah mengalir melalui tabung kedalam mesin, dimana ia kemudian melewati suatu selaput penyaring. Suatu larutan kimia khusus (dialysate) mengalir pada sisi lain dari selaput. Dialysate diformulasikan untuk menarik ketidakmurnian-ketidakmurnian dari darah melaui selaput penyaring. Darah dan dialysate tidak pernah bersentuhan dalam mesin ginjal tiruan.Untuk tipe dialysis ini, akses menuju ke pembuluh-pembuluh darah perlu diciptakan secara operasi sehingga jumlah-jumlah darah yang besar dapat mengalir kedalam mesin dan kembali ke tubuh. Ahli-ahli bedah dapat membangun suatu fistula, suatu hubungan antara suatu arteri dan vena yang besar didalam tubuh, biasanya pada lengan, yang menyebabkan suatu jumlah darah yang besar mengalir kedalam vena. Ini membuat vena lebih besar dan dindingnya lebih tebal sehingga ia dapat mentolerir tusukan-tusukan jarum yang berulangkali untuk memasang tabung dari tubuh ke mesin. Karena itu memakan waktu berminggu-minggu untuk suatu fistula untuk cukup matang digunakan, perencanaan yang signifikan diperlukan jika hemodialysis dipertimbangkan sebagai suatu opsi (pilihan).
Jika gagal ginjal terjadi secara akut dan tidak ada waktu untuk membangun sebuah fistula, kateter-kateter khusus mungkin dimasukan kedalam pembuluh-pembuluh darah yang lebih besar dari lengan, kaki, atau dada. Kateter-kateter ini mungkin ditinggalkan ditempat untuk sampai dengan tiga minggu. Pada beberapa penyakit-penyakit, keperluan untuk dialysis akan menjadi sementara, namun jika harapannya adalah bahwa dialysis akan berlanjut untuk suatu periode waktu yang berkepanjangan, kateter-kateter ini bertindak sebagai suatu jembatan hingga sebuah fistula dapat direncanakan, ditempatkan, dan dimatangkan.
Perawatan-perawatan dialysis secara normal terjadi tiga kali setiap minggu dan berlangsung beberapa jam setiap kali. Paling umum, pasien-pasien pergi ke suatu pusat pasien luar untuk memdapatkan dialysis, namun terapi dialysis rumah sedang menjadi suatu opsi untuk beberapa orang-orang.
Peritoneal dialysis
Peritoneal dialysis menggunakan lapisan dari rongga perut sebagai penyaring dialysis untuk membersihkan tubuh dari produk-produk sisa dan untuk menyeimbangkan tingkat-tingkat elektrolit. Sebuah kateter ditempatkan didalam rongga perut melalui dinding perut oleh seorang ahli bedah dan diharapkan untuk menetap disana untuk jangka panjang. Larutan dialysis kemudian diteteskan kedalam melalui kateter dan ditinggalkan didalam rongga perut untuk beberapa jam dan kemudian dialirkan keluar. Pada saat itu, produk-produk sisa dihisap dari darah yang secara normal mengalir melalui lapisan dari perut (peritoneum).Ada keuntungan-keuntungan dan komplikasi-komplikasi untuk setiap tipe dari dialysis. Tidak setiap pasien dapat memilih tipe yang mana ia akan menyukainya. Keputusan perawatan tergantung pada penyakit pasien dan sejarah medis masa lalu mereka bersama dengan persoalan-persoalan lain. Biasanya, nephrologist (spesialis ginjal) akan mempunyai suatu diskusi yang panjang dengan pasien dan keluarganya untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihan terbaik yang tersedia.
Gejala-Gejala Gagal Ginjal
- Pada permulaan, gagal ginjal mungkin adalah asymptomatic (tidak menghasilkan gejala-gejala apa saja). Ketika fungsi ginjal berkurang, gejala-gejala dihubungkan dengan ketidakmampuan mengatur keseimbangan-keseimbangan air dan elektrolit-elektrolit, untuk mengeluarkan produk-produk sisa dari tubuh, dan memajukan produksi sel darah merah. Kelesuan, kelemahan, sesak napas, dan pembengkakan umum mungkin terjadi. Keadaan-keadaan mengancam nyawa yang tidak dikenali atau tidak dirawat dapat berkembang.
- Metabolic acidosis, atau peningkatan asam dari tubuh yang disebabkan oleh ketidakmampuan menghasilkan bicarbonate, akan mengubah metabolisme enzim dan oksigen, menyebabkan gagal organ.
- Ketidakmampuan untuk mengeluarkan potassium dan tingkat-tingkat potassium yang naik didalam serum (hyperkalemia) dihubungkan dengan gangguan-gangguan irama jantung yang fatal atau aritmia.
- Tingkat-tingkat urea yang naik didalam darah (uremia) dapat mempengaruhi fungsi dari banyak organ-organ yang berkisar dari otak (encephalopathy) dengan perubahan dari pemikiran, ke peradangan dari lapisan jantung (pericarditis), ke fungsi otot yang berkurang karena tingkat-tingkat kalsium yang rendah (hypocalcemia).
- Kelemahan keseluruhan dapat terjadi disebabkan oleh anemia, suatu jumlah sel darah merah yang berkurang, karena tingkat-tingkat yang rendah dari erythropoietin tidak menstimulasi secara tepat sumsum tulang (bone marrow). Suatu pengurangan dalam sel-sel merah sama dengan suatu pengurangan kapasitas mengangkut oksigen dari darah, berakibat pada penyerahan oksigen yang berkurang pada sel-sel untuk mereka melakukan pekerjaan; oleh karenanya, tubuh lelah dengan secara cepat. Begitu juga, dengan oksigen yang lebih sedikit, sel-sel lebih siap menggunakan metabolisme anaerobic (an=tanpa + aerobic=oksigen) menjurus pada jumlah-jumlah produksi asam yang meningkat yang tidak dapat ditanggapi oleh ginjal-ginjal yang telah gagal.
- Ketika produk-produk sisa mengumpul didalam darah, kehilangan nafsu makan, kelesuan, dan kelelahan menjadi nyata. Ini akan maju ke titik dimana fungsi mental akan berkurang dan koma mungkin terjadi.
- Karena ginjal-ginjal tidak dapat menanggapi beban asam yang naik didalam tubuh, bernapas menjadi lebih cepat ketika paru-paru mencoba untuk menyangga keasaman dengan membuang (menghembus keluar) karbondioksida. Tekanan darah mungkin naik karena kelebihan cairan, dan cairan ini dapat menumpuk di paru-paru, menyebabkan gagal jantung kongesti (congestive heart failure).


No comments:
Post a Comment