Kondisi-Kondisi Yang Menyebabkan Perdarahan Vagina Yang Abormal Pada Wanita-Wanita Yang Tidak Berovulasi Secara Teratur Atau Perdarahan Vagina Setelah Menopause
Banyak kondisi-kondisi dapat mengganggu fungsi yang tepat dari hormon-hormon wanita yang adalah perlu untuk ovulasi. Contohnya, banyak kondisi-kondisi atau keadaan-keadaan mungkin menyebabkn oligomenorrhea (pengurangan dalam jumlah dari periode-periode menstruasi dan/atau jumlah dari aliran daripada biasa) seperti:- Jika seorang wanita mempunyai penyakit-penyakit medis kronis atau dibawah stres medis atau emosi yang signifikan, dapat mulai untuk mempunyai kehilangan dari periode-periode menstruasinya.
- Malfungsi dari bagian tertentu dari otak, yang disebut hypothalamus, dapat menyebabkan oligomenorrhea.
- Anorexia nervosa adalah kelainan memakan yang berhubungan dengan kekurusan yang berlebihan yang menyebabkan banyak konsekwensi-konsekwensi medis yang serius begitu juga oligomenorrhea atau amenorrhea (ketidakhadiran dari periode-periode menstruasi).
- Polycystic ovarian syndrome (PCO atau POS) adalah persoalan hormon yang menyebabkan wanita-wanita untuk mempunyai suatu keragaman dari gejala-gejala yang termasuk periode-periode menstruasi yang tidak teratur atau yang tidak ada, jerawat, kegemukan, ketidaksuburan, dan pertumbuhan rambut yang berlebihan; yang dapat dideteksi dengan tes-tes darah.
Wanita-wanita yang telah menopause (mereka yang telah tidak mempunyai periode menstruasi untuk 12 bulan yang berurutan atau lebih) harus tidak mengalami perdarahan vagina. Segala perdarahan vagina dipertimbangkan abnormal pada wanita-wanita postmenopause. Wanita-wanita yang mengambil terapi hormon (HRT atau HT) estrogen dan progesterone yang digabungkan mungkin mengalami beberapa perdarahan vagina yang ringan, tidak teratur selama enam bulan pertama perawatan. Demikian juga, wanita-wania postmenopause yang mengambil regimen hormon secara siklus (oral estrogen dan progestin untuk 10-12 hari per bulan) mungkin mengalami beberapa perdarahan vagina yang adalah serupa dengan periode menstruasi untuk beberapa hari setiap bulan.
Wanita-wanita postmenopause yang mengalami perdarahan vagina yang berat/parah atau berkepanjangan ketika berada pada terapi hormon harus selalu mengunjungi seorang dokter untuk mengesampingkan penyebab-penyebab yang lebih serius dari perdarahan vagina. Perdarahan vagina yang lebih jarang namun lebih serius pada wanita-wanita postmenopause termasuk kanker endometrial atau hyperplasia (pertumbuhan yang terlalu cepat dari jaringan-jaringan lapisan kandungan, yang dapat menjadi prakanker pada beberapa kasus-kasus).
No comments:
Post a Comment