spy pen

Sunday, January 9, 2011

Perdarahan Vagina (Vaginal Bleeding)

 

Kondisi-Kondisi Yang Menyebabkan Perdarahan Vagina Yang Abormal Pada Wanita-Wanita Yang Tidak Berovulasi Secara Teratur Atau Perdarahan Vagina Setelah Menopause

Banyak kondisi-kondisi dapat mengganggu fungsi yang tepat dari hormon-hormon wanita yang adalah perlu untuk ovulasi. Contohnya, banyak kondisi-kondisi atau keadaan-keadaan mungkin menyebabkn oligomenorrhea (pengurangan dalam jumlah dari periode-periode menstruasi dan/atau jumlah dari aliran daripada biasa) seperti:
  • Jika seorang wanita mempunyai penyakit-penyakit medis kronis atau dibawah stres medis atau emosi yang signifikan, dapat mulai untuk mempunyai kehilangan dari periode-periode menstruasinya.
  • Malfungsi dari bagian tertentu dari otak, yang disebut hypothalamus, dapat menyebabkan oligomenorrhea.
  • Anorexia nervosa adalah kelainan memakan yang berhubungan dengan kekurusan yang berlebihan yang menyebabkan banyak konsekwensi-konsekwensi medis yang serius begitu juga oligomenorrhea atau amenorrhea (ketidakhadiran dari periode-periode menstruasi).
  • Polycystic ovarian syndrome (PCO atau POS) adalah persoalan hormon yang menyebabkan wanita-wanita untuk mempunyai suatu keragaman dari gejala-gejala yang termasuk periode-periode menstruasi yang tidak teratur atau yang tidak ada, jerawat, kegemukan, ketidaksuburan, dan pertumbuhan rambut yang berlebihan; yang dapat dideteksi dengan tes-tes darah.
Kehilangan sepenuhnya dari ovulasi dirujuk sebagai anovulation. Karena ovulasi mengizinkan tubuh untuk memelihara suatu suplai dari progesterone yang memadai, anovulation adalah kondisi dimana keseimbangan hormon seorang wanita dinaikkan menuju terlalu banyak estrogen dan tidak cukup progesterone. Kelebihan estrogen menstimulasi pertumbuhan dari lapisan kandungan. Akibatnya adalah bahwa lapisan dari kandungan menjadi terlalu tebal, yang akhirnya menjurus pada peningkatan risiko dari prakanker kandungan atau kanker kandungan melalui banyak tahun. Dalam rangka untuk menggantikan progesterone dan menegakan keseimbangan hormon yang tepat, dokter-dokter akan meresepkan progesterone yang dikonsumsi pada interval-interval yang teratur, atau obat pencegahan kehamilan oral yang mengandung progesterone. Perawatan sejenis ini secara dramatis mengurangi risiko kanker kandungan pada wanita-wanita yang tidak berovulasi. Karena kanker kandungan berakibat dari anovolation yang bertahun-tahun, wanita mana saja dengan anovolation yang berkepanjangan perlu dirawat untuk menghindari mengembangkan kanker kandungan.
Wanita-wanita yang telah menopause (mereka yang telah tidak mempunyai periode menstruasi untuk 12 bulan yang berurutan atau lebih) harus tidak mengalami perdarahan vagina. Segala perdarahan vagina dipertimbangkan abnormal pada wanita-wanita postmenopause. Wanita-wanita yang mengambil terapi hormon (HRT atau HT) estrogen dan progesterone yang digabungkan mungkin mengalami beberapa perdarahan vagina yang ringan, tidak teratur selama enam bulan pertama perawatan. Demikian juga, wanita-wania postmenopause yang mengambil regimen hormon secara siklus (oral estrogen dan progestin untuk 10-12 hari per bulan) mungkin mengalami beberapa perdarahan vagina yang adalah serupa dengan periode menstruasi untuk beberapa hari setiap bulan.
Wanita-wanita postmenopause yang mengalami perdarahan vagina yang berat/parah atau berkepanjangan ketika berada pada terapi hormon harus selalu mengunjungi seorang dokter untuk mengesampingkan penyebab-penyebab yang lebih serius dari perdarahan vagina. Perdarahan vagina yang lebih jarang namun lebih serius pada wanita-wanita postmenopause termasuk kanker endometrial atau hyperplasia (pertumbuhan yang terlalu cepat dari jaringan-jaringan lapisan kandungan, yang dapat menjadi prakanker pada beberapa kasus-kasus).

No comments:

Post a Comment