spy pen

Friday, January 7, 2011

Kencing Manis / Diabetis

Perawatan Diabetes dengan Insulin

Insulin adalah aliran utama dari perawatan untuk pasien-pasien diabetes tipe 1. Insulin juga adalah penting pada diabetes tipe 2 ketika tingkat-tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol dengan diet, penurunan berat badan, olahraga, dan obat-obat oral.
Idealnya, insulin harus dimasukkan dengan suatu cara yang meniru pola alamiah dari pengeluaran insulin oleh suatu pankreas yang sehat; bagaimanapun, pola yang kompleks dari pengeluaran insulin oleh pankreas adalah sulit untuk diduplikasikan. Meski demikian, kontrol glukosa darah yang memadai tetap dapat dilaksanakan dengan perhatian yang penuh kehati-hatian pada diet, olahraga secara reguler, monitor glukosa darah dirumah, dan injeksi-injeksi insulin yang berkali-kali sepanjang hari.
Pada masa lalu, insulin didapat dari sumber-sumber binatang, terutama sapi-sapi dan babi-babi. Tidak hanya saja ada suatu persoalan dengan kecukupan suplai insulin untuk memenuhi kebutuhan, namun insulin sapi dan babi juga mempunyai persoalan-persoalan spesifik. Berasal dari bintang-binatang, tipe-tipe insulin ini menyebabkan reaksi-reaksi imun pada beberapa orang-orang. Pasien-pasien akan menjadi tidak toleran atau resisten pada insulin binatang. Dengan percepatan dari penelitian secara ilmiah pada pertengahan akhir abad duapuluh, insulin sapi dan babi diganti dengan insulin manusia. Pada tahun 1977, gen untuk insulin manusia dikloning, dan melalui teknologi modern, insulin manusia yang dimanufaktur telah tersedia. Insulin manusia sekarang telah digunakan secara luas.
Insulin sekarang tersedia dalam suatu variasi dari preparat-preparat yang berbeda dalam jumlah waktu mengikuti injeksi sampai mereka mulai bekerja dan durasi dari aksi mereka. Karena perbedaan-perbedaan ini, kombinasi-kombinasi dari seringkali digunakan untuk mengizinkan suatu regimen kontrol gula darah yang lebih dicocokkan.
Sebagai contoh, seorang pasien dapat melakukan suatu suntikan dari Lantus pada pagi hari dan sore hari untuk menyediakan suatu garis dasar dari insulin selama suatu periode dari 24 jam. Sebagai tambahan, pasien yang sama dapat melakukan suatu suntikan dari Humalog tepat sebelum makan untuk mencakupi peningkatan beban karbohidrat setelah makan.

Beragam Metode Pemberian Insulin

Tidak hanya beragam preparat-preparat insulin yang berkembang, begitu juga dengan metode-metode memasukkan insulinnya.

Pre-filled insulin pens

Dahulu, insulin tersedia hanya dalam suatu bentuk yang dapat disuntikan yang melibatkan semprotan-semprotan yang dapat dibawa (yang beberapa dekade lalu terbuat dari gelas dan memerlukan sterilisasi), jarum-jarum, botol-botol kecil insulin, dan kain-kain penyeka alkohol. Tidak perlu dikatakan bahwa pasien-pasien seringkali menemukan kesulitan untuk melakukan beberapa suntikan setiap harinya, dan sebagai akibatnya kontrol gula darah yang baik seringkali dikompromikan. Banyak perusahaan-perusahaan farmasi sekarang menawarkan metode-metode pemasukkan insulin yang bijaksana dan menyenangkan.
Kedua-duanya Novo Nordisk dan Lily mempunyai suatu sistim pemasukkan insulin berbetuk pen. Sistim ini serupa dengan suatu pelor tinta (ink cartridge) didalam suatu fulpen. Suatu alat ukuran pena yang kecil memegang suatu pelor insulin (biasanya mengandung 300 units). Pelor-pelor (cartridges) tersedia dalam formula-formula insulin yang paling luas digunakan. Jumlah insulin yang akan disuntikan diputar dengan memutar dasar dari pena sampai jumlah unit-unit yang diperlukan terlihat pada jendela untuk melihat dosis. Ujung dari pena terdiri dari suatu jarum yang diganti setiap kali suntik. Suatu mekanik pelepasan mengizinkan jarum untuk masuk tepat dibawah kulit dan menyerahkan jumlah insulin yang diminta. Pelor-pelor (cartridges) dan jarum-jarum dibuang ketika selesai dan yang baru dimasukkan. Pada banyak kasus-kasus, seluruh pena dibuang. Alat-alt penyerahan insulin ini adalah lebih tidak susah digunakan dari pada metode-metode tradisional.

Pompa Insulin

Kemajuan yang tersedia yang paling akhir dalam penyerahan insulin adalah pompa insulin. Di Amerika, MiniMed, Deltec dan Disetronic memasarkan pompa insulin. Suatu pompa insulin terdiri dari suatu reservoir pompa serupa dengan yang dari suatu pelor insulin (insulin cartridge), suatu pompa yang dioperasikan oleh baterai, dan suatu computer chip yang mengizinkan pengguna untuk mengontrol secara tepat jumlah insulin yang disalurkan. Pada saat ini, pompa-pompa dipasaran ukurannya sebesar suatu pager atau beeper. Pompa dipasang pada suau tabung plastik yang tipis (suatu set infus) yang mempunyai suatu cannula (seperti suatu jarum tapi lembut) pada ujungnya dimana insulin melewatinya. Cannula ini dimasukkan dibawah kulit, biasanya pada perut. Cannula diganti setiap dua hari. Penabungan ini dapat dilepaskan waktu mandi atau berenang. Pompa digunakan untuk penyerahan insulin secara terus menerus, 24 jam sehari. Jumlah insulin diprogram dan dimasukkan pada suatu angka yang konstan (basal rate). Seringkali, jumlah insulin yang diperlukan selama 24 jam bervariasi tergantung dari faktor-faktor seperti olahraga, tingkat aktivitas, dan tidur. Pompa insulin mengizinkan pengguna untuk memprogram banyak angka-angka basal yang berbeda untuk mengizinkan gaya hidup yang bervariasi ini. Sebagai tambahan, pengguna dapat memprogram pompa untuk menyerahkan tambahan insulin selama waktu makan untuk menutupi permintaan-permintaan insulin yang berlebihan yang disebabkan oleh proses pencernaan karbohidrat-karbohidrat dengan makanan.
Lebih dari 50,000 orang didunia menggunakan pompa insulin. Angka ini bertambah secara dramatis karena alat-alat ini menjadi lebih kecil dan lebih user–friendly. Pompa-pompa insulin mengizinkan kontrol gula darah yang ketat dan fleksibilitas gaya hidup sembari mengecilkan efek-efek dari gula darah yang rendah (hypoglycemia). Pada saat ini, pompa adalah alat dipasar yang paling mendekati suatu pankreas tiruan (artificial pancreas). Akhir-akhir ini, model-model pompa yang lebih baru telah dikembangkan yang tidak memerlukan suatu tabung, faktanya - alat penyerahan insulin ditempatkan langsung diatas kulit dan penyesuaian-penyesuaian apa saja yang diperlukan untuk penyeraan insulin dilakukan melalui suatu alat seperti PDA yang harus dipertahankan dalam suatu batasan jarak 6 kaki (foot) dari alat penyerahan insulin, dan dapat dipakai didalam suatu saku, ditaruh didalam dompet, atau diatas meja ketika waktu bekerja.
Mungkin inovasi dari teknologi pompa yang paling menggairahkan adalah kemampuan untuk menggunakan pompa berduaan dengan teknologi sensor glukosa yang lebih baru. Sensor-sensor glukosa telah bertambah baik secara dramatis pada beberapa tahun akhir ini, dan adalah suatu opsi untuk pasien-pasien untuk memperoleh wawasan/pengertian yang lebih jauh kedalam pola-pola respon glukosanya untuk menyesuaikan suatu cara perawatan yang lebih individu. Generasi yang terbaru dari sensor-sensor mengizinkan untuk memberikan pada pasien suatu nilai glukosa yang seketika (real time). Sensor yang dapat ditanam berkomunikasi secara tanpa kabel (wirelessly) denga suatu alat sebesar pager yang mempunyai suatu layar. Alat dipertahankan dekat sensor untuk mengizinkan pemindahan data, bagaimanapun, itu dapat beberapa kaki jauhnya dan tetap masih menerim informasi yang dipancarkan. Tergantung dari model, layar memperlihatkan pembacaan gula darah, suatu urutan dari bacaan pada suatu waktu, dan suatu angka perubahan yang berpotensi dari nilai-nilai glukosa. Sensor-sensor dapat diprogram untuk menghasilkan suatu "beep" jika gula-gula darah ada dibatasan yang dipilih sebagai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Beberapa dapat menyediakan suatu beep peringatan jika penurunan gula darah terjadi terlalu cepat.
Untuk membawa hal-hal satu tingkat lebih jauh, ada suatu sensor istimewa yang baru dipasar yang diciptakan untuk berkomunikasi langsung dengan pompa insulin. Ketika pompa tidak merespon langsung pada informasi dari sensor, ia memeinta suatu respon dari pasien jika ada suatu keperluan untuk penyesuaian menurut pola-pola yang diprogram untuk mendeteksi. Tujuan akhir dari teknologi ini adalah untuk "close the loop" dengan mensensor secara terus menerus apa yang dibutuhkan oleh tubuh, dan kemudian merespon dengan menyediakan dosis insulin yang tepat. Ketika teknologi ini masih beberapa tahun lagi dalam pembuatan, langkah-langkah pada arah ini berlanjut untuk berkembang.

Insulin yang dihirup

Insulin yang dihirup, dipasarkan oleh Pfizer pada tahun 2006, disetujui oleh FDA. Bentuk penghirupan insulin ini disebut Exubera. Insulin dikemas didalam kemasan-kemasan blister yang kering yang dimasukkan kedalam suatu alat penghirup. Alat ini membuka kemasan-kemasan bubuk mengizinkan insulin untuk masuk ke suatu ruang/kamar yang mempunyai suatu potongan mulut dimana pengguna dapat menghirup insulin melaluinya. Exubera mempunyai suatu aksi puncak yang menyerupai Humalog (aksi yang cepat), dan suatu durasi aksi yang menyerupai insulin reguler (aksi yang pendek). Dia dapat dikombinasikan dengan obat oral pada pasien-pasien diabetes tipe 2 atau digunakan sendiri. Pada pasien-pasien diabetes tipe 1 insulinnya harus dikombinasikan dengan suatu insulin basal yang beraksi lebih lama seperti glargine.
Profil efek sampingan dari insulin yang dihirup adalah mirip dengan insulin-insulin lain, dan pengguna harus sadar atas hipoglikemia. Sebagai tambahan, karena insulin diserap melalui paru-paru, ada kekhwatiran awal menyangkut fungsi paru. Ketika ada suatu penurunan yang sedikit pada fungsi paru dengan penggunaan awal dari Exubera, ini menjadi stabil secara cepat dan kembali ke garis dasar dari kontrol-kontrol yang dicocokkan dengan umur ketika Exubera dihentikan. Karena ini masih suatu produk baru, direkomendasikan bahwa pasien mana saja yang mulai dengan insulin yang dihirup mempunyai tes-tes fungsi paru yang telah dikerjakan sebelum memulai perawatan. Jika nilai-nilai garis dasar dari FEV1 (suatu ukuran dari fungsi paru) adalah kurang dari 70%, Exubera tidak diberikan. Setelah penggunaan enam bulan tes-tes fungsi paru dilaksanakan kembali; jika tercatat perburukan, Exubera dihentikan.
Exubera jangan digunakan pada perokok reguler atau sebentar-sebentar dan pasein-pasien yang memerlukan dosis-dosis insulin yang sangat kecil. Meskipun demikian, pada populasi yang benar, ini adalah suatu opsi yang besar.
Catatan: Sayangnya, penerimaan Exubera adalah buruk selama setahun atau lebih waktu ia tersedia sejak peluncurannya pada tahun 2006. Baru-baru ini dibulan oktober 2007, perusahaan Pfizer memutuskan untuk tidak menjual produk ini lagi. Sebagian dari persoalan ini adalah waktu yang diperlukan untuk mengajari alat ini dan keunikan -keunikan dari format penyerahan. Ketika tidak ada kekhwatiran-kekhwatiran medis utama yang tercatat dengan penggunaannya, ia hanya tidak diterima oleh pasien-pasien dan dokter-dokter. Barangkali kita akan melihat modaliti ini kembali dalam suatu inkarnasi penggunaan yang lebih mudah.

Intranasal, Transdermal

Rute-rute penyerahan insulin lainnya juga telah dicoba. Penyerahan insulin intranasal diperkirakan menjanjikan. Bagaimanapun, metode ini dihubungkan dengan penyerapan yang buruk dan iritasi hidung (nasal irritation). Transdermal insulin (penyerahan melalui penempelan pada kulit) juga telah menghasilkan hasil-hasil yang mengecewakan pada saat ini. Insulin dalam bentuk pil juga sekarang masih belum efektif karena enzim-enzim pencernaan didalam perut menguraikannya.

Masa Depan Pencangkokan Pankreas

Akhirnya, tujuan dalam memanage diabetes tipe 1 adalah menyediakan terapi insulin dengan suatu cara yang meniru pankreas yang alami. Mungkin terapi yang mendekati yang tersedia pada saat ini adalah suatu transplantasi (cangkok) pankreas. Beberapa pendekatan-pendekatan pada transplantasi pankreas saat ini sedang dipelajari, termasuk keseluruhan pakreas dan sel-sel islet yang terisolasi (kelompok-kelompok sel-sel ini mengandung sel-sel beta yang bertanggung jawab untuk produksi insulin). Data yang tersedia dari tahun 1995 mengindikasikan bahwa hampir 8,000 pasien-pasien menjalani transplantasi pankreas. Kebanyakan pasien-pasien menjalani transplantasi pankreas pada saat yang bersamaan dengan transplantasi ginjal untuk penyakit ginjal diabetik.
Transplantasi bukannya tanpa risiko. Kedua-duanya yaitu operasi sendiri dan penekanan imun yang harus terjadi sesudahnya menghadapkan risiko-risiko signifikan pada pasien. Untuk sebab-sebab ini, ginjal dan pankreas biasanya ditransplantasikan pada saat yang sama. Pada saat ini, ada perselisihan paham tentang trasplantasi pankreas keseluruhan pada pasien-pasien yang sekarang ini tidak memerlukan transplantasi ginjal. Persoalan dari apakah manfaat-manfaat lebih banyak dari pada risiko-risiko pada pasien-pasien ini masih dalam perdebatan. Ada juga suatu kesempatan bahwa diabetes akan terjadi pada pankreas yang ditransplantasikan. Sel-sel islet yang ditransplantasikan secara selektif adalah suatu alternatif yang menarik pada transplantasi pankreas keseluruhan. Bagaimanapun, kekhwatiran atas penolakan tetap ada. Usaha-usaha untuk menyamarkan sel-sel islet pada jaringan-jaringan yang tidak akan ditolak oleh tubuh (contohnya, dengan mengelilingi sel-sel islet dengan sel-sel pasien sendiri dan kemudian menanamkan mereka) sedang berlangsung. Sebagai tambahan, peneliti-peneliti sedang menjelajahi rintangan-rintangan buatan yang dapat mengelilingi sel-sel islet, menyediakan perlindungan terhadap penolakan, dan masih mengizinkan insulin untuk masuk kedalam aliran darah.
Akhir Kata Beberapa tahun akhir-akhir ini adalah suatu waktu yang menggairahkan dalam pelayanan diabetes. Banyak unsur-unsur untuk perawatan diabetes tipe 2 berada dalam pengembangan dan opsi-opsi untuk terapi insulin berlanjut untuk tumbuh dan metode-metode untuk pemberian insulin menjadi lebih diperhalus. Ketika penelitian berlanjut untuk berkembang pada area-area ini, satu hal tetap konstan. Mencapai pengontrolan gula darah yang memungkinkan yang terbaik tetap menjadi tujuan akhir pada kedua diabetes tipe 1 dan tipe 2. Sekarang kita tahu, tanpa ragu-ragu, bahwa kontrol gula darah yang baik memperkecil komplikasi-komplikasi jangka panjang dari diabetes, termasuk kebutaan, kerusakan syaraf, dan kerusakan ginjal. Akhirnya, suatu gaya hidup sehat tidak dapat melakukan hal yang buruk...ia harus tetap menjadi landasan dari managemen diabetes

No comments:

Post a Comment